Sabtu, 29 Juni 2013

Mengapa Harus Meremukkan Botol Air Mineral?



Mengapa Harus Meremukkan Botol Air Mineral?
Belakangan ini kita dapat menemukan beberapa iklan air mineral yang mendorong konsumennya untuk meremas atau meremukkan botol air mineral yang sudah habis diminum, lalu dibuang ke tempat sampah. Sebenarnya apa sih tujuan dari kampanye tersebut? Apa sih manfaat dari meremas atau meremukkan botol air mineral?
Kampanye ini diawali oleh Ades. Produk air mineral yang diproduksi oleh Coca Cola Amatil Indonesia ini memperkenalkan kemasan baru Ades dengan disertai kampanye peduli lingkungan yang berslogan Pilih, Minum dan Remukkan. Melalui iklan tersebut Ades mengajak masyarakat Indonesia untuk meremas atau meremukkan botol air mineral yang isinya telah habis diminum. Setelah diremukkan, botol kosong tersebut lalu dibuang di tempat sampah.
Langkah Ades kemudian diikuti oleh Aqua dengan kampanya yang serupa, yaitu mengajak masyarakat untuk meremukkan botol aqua kosong, lalu membuangnya ke tempat sampah. Untuk kampanye peduli lingkungan ini Aqua mengusung slogan Awal yang baik, Akhir yang baik. Aqua percaya bahwa mereka telah memulai kebaikan lewat proses produksi Aqua yang peduli lingkungan dan mereka berharap konsumen juga melakukan kebaikan, yaitu dengan meremukkan botol aqua yang sudah habis diminum.

Sebenarnya apa sih tujuan dari meremas atau meremukkan botol air mineral kosong ini? Paling sedikit ada 4 tujuan dari Ades dan Aqua, yaitu:
  1. Menarik simpati masyarakat dengan menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap kelestarian lingkungan.
  2. Memulai suatu gaya hidup yang baru, seperti iklan Oreo yang berslogan diputar, dijilat, trus diclupin.
  3. Mencegah terjadinya pemalsuan terhadap produk mereka. Seperti yang kita ketahui, botol air mineral merupakan salah satu sampah favorit para pemulung. Sebagian besar pemulung akan menjual botol tersebut untuk didaur ulang. Namun beberapa pemulung yang tidak bertanggung jawab akan menjualnya ke pemalsu air mineral dalam kemasan.
  4. Botol yang diremukkan memakan ruang yang lebih sedikit di tempat sampah. Sehingga emisi karbon yang dihasilkan saat mengangkut sampah menjadi lebih sedikit.
Meremukkan botol air mineral yang sudah habis diminum ternyata memberikan dampak positif bagi lingkungan kita. Maka mulai dari sekarang mari kita mulai kebiasaan baik ini. Remukkan kemasan yang akan Anda buang ke tempat sampah. Hal ini tidak hanya berlaku untuk Ades dan Aqua, melainkan untuk botol-botol lain dan kemasan-kemasan lain. Sehingga sampah yang kita buang lebih menghemat tempat dan emisi karbon yang dihasilkan dari proses pengangkutan sampah yang kita buang pun lebih sedikit.

Corporate Social Responsibilty ( CSR )



APA ITU CSR? 
PENGERTIAN CSR Corporate Social Responsibilty
Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. COntoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Seberapa jauhkah CSR berdampak positif bagi masyarakat ?
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.
Sumber: kesimpulan dari beberapa artikel tentang CSR